Rabu, 25 September 2019

Tidak Bisa Ikut Demo Mahasiswa, Brisia Jodie: Melihat Demo Pantau Dari Sosmed

Sumber: google.com


Penyanyi Brisia Jodie ternyata ikut aktif mengikuti perkembangan pemberitaan mengenai demo Mahasiswa kepada MPR/DPR RI.

Seperti diketahui, Mahasiswa dari berbagai kampus  demo di depan Gedung DPR, Selasa (24/9) untuk memprotes RUU KPK dan RKUHP.

Wanita berusia 23 tahun itu diketahui juga mahasiswi. Makanya, ia sangat menggebu-gebu sekali ikut demo di depan Gedung MPR/DPR. Namun sayang hal itu tak bisa terwujud lantaran dirinya lagi fokus skripsi.

"Aku mahasiswa juga, pasti aku bakalan ikut demo. Karena semakin banyak masa, aspirasi juga makin didengar," ujar Brisia saat dijumpai di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/9).

"Tapi kan kondisinya aku lagi kerja disini dan di Yogyakarta semester 10 lagi skripsi jadi fokusnya di sini. Melihat demo pantau dari sosmed," imbuhnya.

Tak hanya mahasiswa, kali ini para pelajar yang masih duduk di bangku SMA/STM pun ikut mengeluarkan aspirasi.

Mengenai hal tersebut, Brisia Jodie sangat menyayangkan berujung anarkis.

"Terus lagi anak-anak SMA yang turun ke jalan, walaupun agak anarkis ya mungkin itu cara mereka mengeluarkan aspirasi. Caranya saja sih yang agak melenceng gitu. Itu bahaya," tuturnya.

"Yang ditakutkan dari demo itu kan provokator. Itu yang mesti di-waspadain karena bisa membahayakan nyawa," pungkas Brisia.




Sumber: akurat.co

Untuk Rekaman, D'Masiv Habiskan Biaya 1 Miliar di Abbey Road Studios

Sumber: google.com

Beberapa waktu lalu, grup band D'Masiv melakukan rekaman di salah satu studio terkenal dunia yang bernama Abbey Road Studios, London, Inggris. Dapur rekaman itu adalah tempat musisi-musisi legendaris melakukan rekaman lagu-lagu mereka.

Vokalis D'Masiv, Rian Ekky Pradipta atau biasa dikenal dengan nama panggung Rian D'Masiv mengatakan dirinya sangat bersyukur bisa melakukan rekaman di studio terkenal itu.

"Dimana musisi dunia pernah rekaman di situ kayak The Beatles, David Bowie , Lady Gaga, Adele dan sebagainya pernah rekaman di sana. D'Masiv masuk dalam list musisi yang permah rekaman di Abbey Road, mungkin Tuhan mengatur seperti itu ya," ujar Rian di Gedung Ocha Bella, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/9).

Dalam waktu sepuluh jam, personel D'Masiv harus menyelesaikan 20 judul lagu yang ingin mereka rekam di sana. Hal itu dikarenakan biaya rekaman di Abbey Road Studios tersebut sangat mahal.

"Jadi kita rekaman 20 lagu dalam satu shift itu 10 jam. Sebenernya kita pengennya lama dan santai tapi kan mahal di situ. Berhenti break cuma dua menit, jadi sudah dikonsep benar-tidaknya," jelasnya.

Sementa untuk biaya keseluruhan rekaman dan perjalanan hingga sampai ke Abbey Road Studios, Rian mengatakan hampir mendekati Rp 1 miliar.

"Ya segituan lah, lumayan mahal. Enggak sampe satu miliar kan live soalnya. Kalau dibarengi dengan biaya ke sana, ya benar hampir Rp 1 miliar," tukasnya.




Sumber: akurat.co

Grup Band D'Masiv Bersetaru Saat Manggung Di Lombok, Rian dan Rayyi Sudah Berdamai

Sumber: google.com


Beberapa waktu lalu, grup band D'Masiv berseteru antara sesama personel saat manggung di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kejadian itu bermula ketika Rian Ekky Pradipta menghampiri bassistnya, Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata.

"Kejadian itu kan di Lombok tuh, kok orang-orang pada ramai, ternyata kejadian di panggung itu viral," ujar Rian D'Masiv di Gedung Ocha Bella, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/9).

Rian menceritakan, dirinya dan Rayyi sudah berdamai sehabis mereka manggung. Sehingga, pada saat kejadian itu viral di sosial media mapun media massa, mereka sendiri cukup kaget.

"Jujur banget, pas kemarin viral kita juga kaget. Padahal hari itu kita sudah selesain. Setelah itu kita juga bingung saat banyak yang tanya, karena kita kan musisi gitu loh. Kita pengen orang beritain D'Masiv karena karyanya," jelasnya.

Namun demikian, vokalis D'Masiv itu tidak menampik kalau dalam grup band yang digawanginya tersebut memang sering terjadi konflik antar sesama personel. Namun itu tidak berlangsung lama.

"Itu sudah sering banget sih, kita sering banget ada konflik. (Perbaikinya) sama-sama kita introspeksi dan minta maaf. Detik itu juga harus selesai," tukasnya.




Sumber: akurat.co

Minta Nita Thalia Jadi Istri Kedua, Raffi Ahmad: Becanda Itu Mah!

Sumber: google.com


Artis Nita Thalia dalam program acara Okay Bos yang dipimpin oleh Raffi Ahmad dan Vicky Prasetyo pernah diminta Raffi untuk jadi istri kedua.

Menanggapi hal tersebut, Raffi menyatakan pada waktu itu hanyalah bercanda saja.

"Becanda itu mah haha becanda itu mah," ujar Raffi Ahmad saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (25/9).

Menurut lelaki yang berusia 31 itu dirinya sebagai host hanya ingin menggoda bintang tamu saja agar dapat mencairkan suasana.

"Yah namanya kita ada bintang tamu kita bilang ngefanslah namanya juga host. Semuanya yang datang kita harus ngefans. Namanya juga kita sebagai tuan rumah jadi kita bikin happy," ungkapnya.

Namun Raffi Ahmad membantah ketika dirinya merayu Nita, itu pun bukan gimmick.

"Bukan gimmick apa yah namanya? Ah entar gue salah lagi haha," pungkasnya.




Sumber: akurat.co

Tak Membatasi Uang Jajan Sang Anak, Raffi Ahmad: Asal Rafathar Bahagia

Sumber: google.com

Putra pertama dari pasangan selebritis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yakni Rafathar Malik Ahmad selalu dimanja. Raffi - Nagita selalu menuruti apapun keinginan Rafathar sekalipun minta mainan yang mahal.

Rafathar kini sudah duduk di bangku sekolah Taman Kanak (TK). Raffi - Nagita juga tak membatasi uang jajan until Rafathar.

"Ya kan nggak dibatesin (uang jajan) namanya anak. Mau berapa yang penting cukup aja," ujar Raffi Ahmad saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (25/9).

Asal Rafathar bahagia, bagi Raffi belikan mainan mahal dan uang jajan sebebasnya tak akan merugikannya.

"Namanya juga di sekolah pasti makan tapi ada mbaknya. Dia mah mana ngerti jajan Seribu - Dua Ribu. Apapun yang dia mau, berapapun yang penting dia bahagia," ungkapnya.

Lebih lanjut, Raffi menjelaskan soal uang jajan untuk Rafathar diatur oleh Nagita. Raffi melakukan hal itu supaya Rafathar tidak boros.

"Ya namanya anak kalau sekolah dikasih uang jajan. Itu kan ada Lala (asisten rumah tangga), ada mamahnya, Rafathar mana pegang uang," pungkasnya.




Sumber: akurat.co

Minggu, 07 April 2019

Pecahkan Rekor, Kill This Love Jadi MV Tercepat Raih 100jt Viewers

Sumber: Google
Girl Group Blackpink telah mencatat rekor baru dengan MV terbarunya yaitu Kill This Love. Tepat pada Minggu (7/4) music video (MV) lagu tersebut telah berhasil menembus 100 juta views di dunia YouTube milik mereka.

Melansir Soompi, Minggu (7/4) Blackpink hanya butuh dua hari, 14 jam dan 15 menit untuk memecahkan rekor ini.

Music Video Kill This Love kini sudah menjadi video musik K-pop tercepat yang berhasil mengumpulkan 100 juta penonton.

Ini sekaligus berhasil memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh BTS dengan lagu Idol yang butuh empat hari, 23 jam, dan 20 menit untuk meraih jumlah 100 juta views.

Atas pencapaian ini, kini Blackpink pun sudah mendapatkan predikat sebagai penyanyi dengan jumlah penonton terbanyak dan tercepat sepanjang sejarah YouTube.

MV Kill This Love berhasil menempati puncak berbagai chart seperti Bugs, Mnet, Naver, dan Soribada.





Sumber: akurat.co

Tak Sempat Perkosa Korbannya, Seorang Pemuda Sudah Diciduk Polisi

Sumber: Google

Personel Polsek Medan Labuhan telah mengamankan pemuda MF (23) yang terciduk warga ingin mencabuli seorang anak gadis tetangga, TAP (14) warga Jalan Aluminium, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Minggu (7/4/2019).

Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto, mengatakan kalau si pelaku cabul masuk ke dalam kamar rumah korban pada pagi hari. Saat itu, menurut dia, korban sedang berada dalam kamarnya. Namun secara tiba-tiba tersangka masuk ke dalam kamar TAP.

"Tersangka langsung mendekap korban dan mengajaknya untuk berhubungan suami istri. Juga memegang tubuh sensitif, dan mencium bibir korban," ujarnya.

Ia menyebutkan, korban berteriak meminta pertolongan kepada warga dan berusaha untuk kabur.

Tidak berlama lama kemudian, salah seorang warga datang untuk memberikan bantuan dan menangkap tersangka yang berusaha melarikan diri melalui pintu belakang rumah korban.

Warga yang merasa emosi, sempat memukuli korban hingga babak belur. "Korban kemudian, melaporkan kejadian itu, kepada Mapolsek Medan Labuhan untuk diproses secara hukum," ucap dia.

Rosyid menyebutkan, mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian langsung turun ke TKP. "Saat ini, tersangka sudah ditahan di Mapolsek Medan Labuhan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.




Sumber: akurat.co