Selasa, 26 November 2019

Resident Evil 3 Dalam Masa Pengembangan

Sumber: google.com


Sebelumnya Capcom telah membuat ulang Resident Evil 2 yang menjadi salah satu gim waralaba Resident Evil. Sebagai pengembang, Capcom memang tengah meninjau kembali judul-judul gim klasik untuk diperbarui dari segi grafis agar lebih modern.

Dilansir dari Ubergizmo, Rabu (27/11), rumornya saat ini perusahaan sedang dalam pembicaraan untuk membuat ulang Resident Evil 3. Kabar ini mencuat dari video yang diterbitkan oleh saluran YouTube Spawn Wave. Diperkuat oleh publikasi dari sumber lain seperti Eurogamer dan VGC.

Kendati demikian, Capcom sendiri belum secara resmi mengonfirmasi kabar tentang pengembangan remake Resident Evil 3. Sementara itu, rumor bakal adanya Resident Evil 3 yang lebih modern bukan kali pertama ini beredar. Beberapa bulan lalu santer juga dilaporkan bahwa Capcom berpeluang hadirkan Resident Evil 3 hasil remake.

Kala itu, produser gim Yoshiaki Hirabayashi mengatakan bahwa ide tersebut sangat berpeluang diwujudkan. Hirabayashi juga menegaskan remake Resident Evil 3 bisa terealisasi tergantung pada feedback yang diberikan oleh para penggemar. Resident Evil 3 sendiri memang menjadi kandidat judul gim paling kuat untuk dilakukan remake.

Selain alur cerita yang menarik, kesuksesan remake Resident Evil 2 juga dikarenakan spek PC yang dibutuhkan untuk dapat memainkan gim ini tidak terlalu tinggi. Gamer hanya memerlukan salah satu kartu grafis terbaru untuk bermain gim tersebut sebagaimana pengaturan yang disarankan.




Sumber: akurat.co

Kontroler Gim Kecil ini Bisa Dibawa ke Mana Saja

Sumber: google.com

Beberapa gamer lebih suka menggunakan kontroler gim, bahkan ketika bermain di smartphone mereka. Nyatanya, memang beberapa gim lebih cocok dimainkan dengan kontroler. Gim balap atau pertempuran misalnya, yang akan lebih maksimal dimainkan jika menggunakan kontroler fisik ketimbang virtual.

Namun, tidak selalu praktis untuk membawa pengontrol gim ke mana pun kecuali jika Anda membawa tas. Kabar baiknya, 8BitDo bisa menyelesaikan masalah itu dengan Zero 2 Bluetooth Gamepad.

Melansir Ubergizmo, Rabu (27/11), Zero 2 Bluetooth Gamepad adalah kontroler mungil yang hanya seukuran gantungan kunci. Memungkinkannya sangat mudah dibawa ke mana pun atau dimasukkan ke saku Anda.

Sesuai namanya, kontroler tersebut mendukung Bluetooth. Tentu saja menjadi nilai tambah selanjutnya yang makin mudahkan gamer untuk menghubungkannya ke perangkat smartphone atau tablet. Zero 2 Bluetooth Gamepad juga kompatibel untuk PC, Mac, hingga Nintendo Switch jika saja Anda butuh kontroler pihak ketiga.

Zero 2 Bluetooth Gamepad saat ini tersedia untuk pre-order di Amazon dengan harga 20 dolar AS atau sekitar Rp281 ribu. Sementara itu, sepertinya kontroler tersebut belum mendukung untuk perangkat Android.




Sumber: akurat.co

Facebook Kembangkan Fitur Mirip Close Friends Instagram untuk Messenger

Sumber: google.com


Perusahaan Facebook tengah mengembangkan fitur Close Friends untuk aplikasi Messenger. Mengadopsi dari platform Instagram yang memungkinkan pengguna menampilkan stories hanya untuk teman yang dipilih.

Kehadiran Close Friends dalam aplikasi Messenger pertama kali ditemukan oleh peneliti aplikasi Jane Manchun Wong. Di mana fitur yang cukup populer di Instagram itu diberi nama Favorites.

Melansir The Verge, Selasa (26/11/2019), Facebook Messenger akan memungkinkan kepada pengguna secara manual memilih teman atau akun mana saja yang masuk dalam lingkaran.

Kendati memiliki sistem kerja yang mirip dengan Close Friends Instagram, perusahaan memeberikan pendekatan berbeda untuk Favorites yakni bukan membatasi siapa saja yang bisa melihat stories.

Rakasa jejaring sosial tersebut ingin pengguna bisa berbagi momen tanpa harus mengkhawatirkan postingan-nya dilihat oleh orang yang hanya sekadar kenal di media sosial.

Sayangnya, fitur Favorites dalam layanan Messenger masih berupa prototipe dan belum melakukan uji coba fitur tersebut. Tidak jelas apakah fitur tersebut akan benar-benar di implementasikan, dan bisa dinikmati pengguna.

Facebook sendiri sebenarnya sudah lama memiliki fitur bernama Friend List yang dapat mengelompokkan teman mana saja berada tingkat kedekatan, seperti teman dekat, kenalan, bahkan tidak dikenal.




Sumber: akurat.co

Mode Baru Zombie Hadir di Pembaruan Call Of Duty

Sumber: google.com


Garena sebagai pengembang gim ternama hadirkan pembaruan untuk salah satu gim terpopuler besutannya saat ini, Call Of Duty Mobile. Pembaruan tersebut meliputi karakter, map, dan mode baru Zombie.

Dalam mode Zombie para pemain dituntut untuk saling bekerja sama dengan tiga teman lainnya di dalam tim guna melumpuhkan Zombie yang hadir dalam ranah permainan.

Jika nantinya ada sebuah tim yang mampu melumpuhkan Zombie, maka tim tersebut akan mendapatkan koin yang bisa digunakan untuk membeli berbagai macam peralatan termasuk senjata, buff, dan sebagainya di tengah permainan. Juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan karakter ikonik Tank Dempsey, senjata spesial epic J358-Abomination, dan Axe-Lava.

Tidak hanya itu, untuk menambah kesan lebih menyenangkan dalam bermain gim Call Of Duty Mobile, Garena juga menghadirkan map baru bernama Summit di dalam mode multiplayer.

Map ini bernuansa salju dan merupakan map ikonik yang sebelumnya sudah sering dimainkan oleh para pecinta gim seri Call of Duty sebelumnya.

Selain menambahkan mode baru dan map baru, Garena juga menambahkan fitur baru dan melakukan optimalisasi terhadap fitur yang sudah ada, sehingga dapat menambah pengalaman bermain lebih mengesankan bagi para Soldiers -sebutan untuk pemain gim Call Of Duty-.

Garena juga merilis karakter baru, Alex Mason yang bisa dimiliki oleh pemain melalui Premium Pass Season 2, serta akan mendapatkan berbagai item in-game bernuansa salju mulai dari skin senjata AK-47 Glacier, Arctic.50 Glacier, skin kendaraan ATV Alaska, dan Backpack Aurora.

Seluruh rank pemain pada season sebelumnya akan di-reset pada tanggal 25 November 2019. Para Soldiers akan mendapatkan pembaruan tersebut jika sudah melakukan upgrade versi gim Call Of Duty Mobile mulai hari ini.




Sumber: akurat.co

Minggu, 20 Oktober 2019

Mengapa Makan Terasa Lebih Nikmat Dalam Keadaan Lapar? Ini Jawabannya

Sumber: google.com


Jika Kamu bertanya-tanya, mengapa makan terasa lebih nikmat dan lezat ketika dalam keadaan lapar, sebuah penelitian baru dari Institut Nasional untuk Ilmu Fisiologis di Jepang, akan menjawab pertanyaan tersebut.

Dilansir dari MindBodyGreen, penelitian ini melakukan eksperimen terhadap tikus dan menemukan bahwa ada dua sirkuit saraf spesifik yang bertanggung jawab atas kondisi makan lebih nikmat ketika lapar.

Tikus yang sebelumnya berpuasa memiliki preferensi besar terhadap hal-hal manis dan mengalami penurunan sensitivitas terhadap rasa yang sebelumnya tidak disukai, yang biasanya datang dari makanan dengan rasa pahit atau asam.

Para peneliti menemukan bahwa tipe sel otak spesifik, yaitu Agouti-related peptide (AgRP), bertanggung jawab atas perubahan minat pada rasa yang disebabkan oleh rasa lapar.

"Neuron yang mengeskresikan AgRP ditemukan dalam hipotalamus yaitu daerah otak yang memegang peran penting dalam mengatur nafsu makan," kata penulis utama studi, Ou Fu.

Tim mengaktifkan neuron-neuron itu dengan sengaja dan mengamati apakah mereka memengaruhi persepsi rasa setelah berpuasa. Hasilnya, menunjukkan bahwa setelah neuron AgRP diaktifkan, neuron glutamat di hipotalamus menyebabkan perubahan rasa di dua jalur yang berbeda.

Pertama, neuron glutamat yang terproyeksikan ke dalam septum lateral, bagian otak yang terkait dengan sinyal meningkatkan minat pada rasa manis.

Kedua, neuron glutamat yang terproyeksikan ke dalam habenula lateral, bagian otak yang biasanya diaktifkan oleh peristiwa yang tidak menyenangkan bekerja untuk mengurangi sensitivitas tikus terhadap rasa pahit.

"Langkah selanjutnya adalah menyelidiki apakah jalur neuron hipotalamus berubah dalam kondisi patofisiologis, seperti diabetes dan obesitas," kata penulis lainnya dalam studi ini, Yasuhiko Minokoshi.

Para peneliti berharap dapat mengembangkan cara untuk mengontrol preferensi rasa. Terutama untuk menangkal penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup dan pola makan.

Mengingat fakta bahwa saat ini dunia menghadapi wabah diabetes dan obesitas, temuan ini bisa memberi dampak kesehatan yang besar.




Sumber: akurat.co

Ini Lho Bedanya Psikolog dan Psikiater

Sumber: google.com


Kita tahu bahwa psikolog dan psikiater merupakan seseorang yang bekerja di bidang yang menanggulangi mental dan masalah kejiwaan.

Tapi, kedua pekerjaan tersebut ternyata berbeda dan memiiki tanggung jawabnya masing-masing dalam menanggulangi pasien.

Menurut Liza Marielly Djaprie, M.Psi, CH, kedua pekerjaan tersebut berbeda secara teorinya. Psikiater, merupakan lulusan kedokteran di mana sehabis lulus mereka mengambil spesialis psikiatri. 

"Mereka punya kemampuan untuk meramu dan meresepkan obat. Mereka cara menyembuhkan pasiennya dengan cara holistik, dan memberikan obat," katanya ketika ditemui AkuratHealth di acara End the Shame di Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu, (19/10).

Sementara, jika psikolog, mereka lebih menanggulangi dengan cara memberikan solusi, kemudian mengajak terapi hingga mengbrol bersama hingga memberikan sebuah pekerjaan rumah yang harus pasien lakukan.

"Mereka lulusan psikolog yang membantu proses penyembuhan dengan memberikan terapi ataupun konseling," jelasnya.

Lalu, bagaimana seseorang bisa tahu bahwa dirinya harus ke psikiater terlebih dulu atau ke psikolog?

Jadi, ketika seseorang stres karena mungkin sehabis diputus pacar atau masalah pekerjaan sebenarnya bisa diatasi dengan ikut konseling ataupun terapi.

Tapi, jika efek buruk tersebut berlanjut sampai pada titik di mana ia tidak bisa tidur, tidak makan sampai berhari-hari, seseorang ini butuh yang namanya pertolongan lain, yaitu pergi ke psikiater.

"Nanti di sana psikiater tersebut akan memberikan solusi atau, bahkan memberikan obat. Biasanya, seseorang tersebut yang diharuskan lebih peka dan memberikan penilian terhadap diri. Mana yang perlu harus dibawa ke psikiater atau ke psikolog," tukasnya.




Sumber: akurat.co

Tahun 2020, Xiaomi Siap Luncurkan 10 Ponsel 5G

Sumber: google.com


Xiaomi Corp berencana meluncurkan lebih dari 10 ponsel baru yang akan mendukung jaringan 5G pada 2020. Hal tersebut diungkapkan sang Chief Executive Officer, Lei Jun, dalam acara Konferensi Internet Dunia di Tiongkok.

Pernyataan tersebut menyusul persaingan yang semakim ketat di pasar ponsel Tiongkok, terkhusus menghadapi pesaingnya Huawei Technologies. September lalu, Xiaomi sendiri baru saja meluncurkan Mi 9 Pro yang menjadi ponsel pertamanya yang mendukung jaringan generasi terbaru.

Melansir Reuters, Senin (21/10/2019), Lei mengungkapkan permintaan ponsel di pasaran saat ini telah melebihi ekspetasi perusahaan, sehingga mrnyebabkan kendala pada rantai pasokan perangkat.

Alasan itulah yang membuat Xiaomi ingin meluncurkan perangkat 5G dengan berbagai varian harga. Mulai dari segmen kelas bawah, menengah, dan kelas atas.

"Orang-orang di industri bahwa model 4G tidak akan laku pada tahun depan. Sehingga tidak ada pilihan, selain mengambil langkah ini (5G)," kata Lei.

"Jadi kami berharap operator dapat mempercepat perluasan BTS 5G mereka," imbuhnya.

Pada kuartal kedua 2019, Xiaomi menduduki 11,8 persen pasar ponsel pintar Tiongkok. Turun dari sebelumnya 13,9 persen pada 2018 menurut riset Canalys. Penurunan volume penjualan juga dialami sejumlah merek Tiongkok lain, karena konsumen diklaim mulai berbondong-bondong beralih ke Huawei.




Sumber: akurat.co